Kamis, 20 Desember 2012

Perubahan Anatomi dan Adaptasi Fisiologi pada Ibu Hamil

POKOK PEMBAHASAN
1. Perubahan Anatomi dan Adaptasi Fisiologis pada Ibu Hamil Trimester I, II, III
1.1.          Sistem reproduksi
a)   Uterus
a.              Terjadi pertambahan ukuran sel-sel otot uterus
b.              Terjadi lightening pada akhir-akhir kehamilan
c.              Pengaruh hormon estrogen dan progesteron
      Hipertrofi dan dilatasi otot
      Penumpukan jaringan fibrosa dan elastik untuk menambah kekuatan dinding uterus
      Penambahan jumlah dan ukuran pembuluh darah vena
      Dinding uterus semakin lama semakin menipis
      Uterus kehilangan kekakuan dan menjadi lunak dan tipis bersamaan dengan bertambahnya umur kehamilan

b)  Serviks
a.              Terjadi perlunakan
b.              Mengeluarkan sekret mukus endoserviks karena pengaruh progesteron untuk perlindungan terhadap infeksi
c.              Estrogen meningkatkan vaskularitas sehingga timbul tanda chadwick
d.              Prostaglandin dilepaskan dari jaringan untuk perlunakan serviks
e.              Effacement atau pemendekan terjadi pada primigravida pada 2 minggu terakhir





c)   Vagina
a.              Jaringan otot mengalami hypertrofi
b.               Terjadi peningkatan vaskularisasi
c.               Peningkatan pengeluaran pervaginam
d)  Vulva
a.              Vaskularisasi meningkat
b.               Warna menjadi lebih gelap

e)   Ovarium dan Tuba Falopi
a.              Ovulasi berhenti selama kehamilan
b.              Pematangan folikel baru ditangguhkan dan hanya satu korpus luteum yang ditemukan dalam ovarium
c.              Tuba fallopii mengalami hipertrofi
d.              Epitel mukosa menjadi gepeng

1.2.          Payudara
a.              Pada 3-4 minggu ada sensasi rasa nyeri, duktus dan alveoli membesar
b.              Pada 6 minggu ukuran payudara bertambah besar
c.              Pada 8 minggu mulai tampak 12-13 nodul kecil disekitar areola, merupakan kelenjar sebasea yang terdapat pada nipple (puting susu) yang mengalami perubahan, serta menghasilkan sebum (kelenjar keringat yang ada di puting) yang menjaga agar mammae tetap lembut dan kenyal
d.              Pada 12 minggu puting susu membesar dan melunak, areola meluas, terjadi pigmentasi (berwarna lebih gelap) dengan diameter awal 4 cm, diameter maksimal 7 cm
e.              Pada 16 minggu terdapat pengeluaran kolostrum


Perubahan mamae selama kehamilan
Umur Kehamilan (Minggu)
Perubahan
3-4 minggu
6 minggu
8 minggu
8 minggu
12 minggu
16 minggu
Rasa penuh pada payudara
Terjadi pembesaran dan sedikit nyeri
Pelebaran pembuluh darah vena disekitar mammae
Kelenjar montgomery mulai tampak
Penggelapan disekitar areola dan putting
Colostrum sudah mulai dikeluarkan
1.3.          Sistem Endokrin
a.                Adenohypophysis (membesar sebesar 50% dan produksi hormon pertumbuhan meningkat)
b.                Neurohypophysis (oksitosin)
c.                Hormon ovarium (estrogen, progesteron dan relaksin)
d.                Hormon-hormon sel trofoblast (HCG untuk mencegah degenerasi corpus luteum)
e.                Hormon plasenta
f.                 HCG
g.                Estrogen (menstimulasi pertumbuhan otot-otot uterus dan membuat sensitif terhadap oksitosin, menstimulasi pertumbuhan duktus-duktus payudara, pertumbuhan puting susu, hiperpigmentasi)
h.                Progesteron (mempengaruhi jaringan-jaringan yang dipengaruhi estrogen, proliferasi dan meningkatkan vaskularisasi desidua, relaksasi miometrium)
i.                 Human placental lactogen/HPL (meningkatkan metabolisme untuk nutrisi fetus terutama metabolisme glukosa dan lemak
j.                 Pengaruh umum estrogen adalah menyebabkan pertumbuhan baik ukuran maupun jumlah sel. Sedangkan pengaruh khususnya :
o      Menyebabkan penebalan dari nedometrium sehingga ovum yang sudah dibuahi dapat berimplantasi
o      Menyebabkan hipertrofi (pelebaran pada otot) dari dinding uterus dan hiperplasia (peningkatan ukuran pembuluh darah) serta lymphatic yang meningkatkan vaskularisasi, kongesti (penimbunan jumlah darah atau lendir yang berlebih dalam organ tubuh) dan edema (pembengkakan). Perubahan-perubahan ini mengakibatkan : tanda chadwick (perubahan warna serviks menjadi biru lipid, tanda goodel (vagina melunak), tanda hegar (istmus tidak teraba).
o      Hipertrofi dan hiperplasia otot-otot uterus
o      Hipertrofi dan hiperplasia jaringan payudara termasuk sistem pembuluh darah
o      leucorrhea, mimisan, hidung tersumbat, ginggivitis, mual pada awal kehamilan
k.                Pengaruh progesteron secara umum adalah peningkatan sekresi dan mengendurkan otot-otot polos. Sedangkan pengaruh khusus diantaranya adalah :
o     Menyebabkan penebalan dari endometrium sehingga ovum yang sudah dibuahi dapat berinflantasi
o     Mengendurkan otot-otot halus yang berakibat : meningkatnya waktu pengosongan lambung dan peristaltik, meningkatkan gastric reflux karena relaksasi cardiac spinchter yang menyebabkan rasa panas pada perut, penurunan motilitas (gerakan usus melambat) gastro intestinal yang menyababkan terjadinya konstipasi (susah BAB), pembuluh arteri dan dinding vena relaksasi dan dilatasi yang meningkatkan kapasitas vena dan menambah resiko terjadinya hemoroids/wasir.
o     Menjaga peningkatan suhu basal ibu
o     Merangsang perkembangan sistem alveolar payudara
o     Dengan hormon relaksin dapat melembutkan/mengendurkan jaringan ikat, ligamen-ligamen dan otot-otot yang mengakibatkan sakit punggung dan nyeri ligamen
1.4.           Sistem Kekebalan
o    Kadar serum IgA dan IgM meningkat selama kehamilan karena adanya peningkatan resiko infeksi

1.5.          Sistem Perkemihan
a.                BAK cenderung menetapkan frekuensinya mulai dari kehamilan 6-12 minggu, pada usia kehamilan selanjutnya perubahan jaringan bagian bawah rongga panggul akan meningkatkan frekuensi BAK dari biasanya.
b.                Setelah 16 minggu pembesaran uterus akan membuat ureter menjadi dilatasi untuk menampung banyaknya urin
c.                Ukuran ginjal sedikit bertambah besar, vaskularisasi meningkat karena pengaruh progesteron
d.                Laju filtrasi glomerulus dan aliran plasma ginjal meningkat pada awal kehamilan dan menurun pada akhir kehamilan
e.                Glukosaria (kadar glukosa dalam urin) meningkat pada kehamilan





1.6.           Sistem Pencernaan
a.                Terjadi perubahan posisi lambung dan usus akibat perkembangan uterus
b.                Penurunan tonus dan motilitas saluran gastro intestinal menyebabkan  waktu pengosongan lambung menjadi lebih lama
c.                Penyerapan makanan meningkat
d.                Terjadi konstipasi yang dapat meningkatkan terjadinya haemoroid
e.                Adanya refluks sekret-sekret asam ke esofagus menyebabkan terjadinya pirosis (nyeri ulu hati)
f.                 Gusi menjadi melunak dan mudah berdarah (hiperemi)

1.7.          Sistem Muskuloskeletal
a.                  Terdapat peningkatan mobilitas sendi sakroiliaka, sakrokoksigeal dan sendi pubis karena pengaruh hormonal
b.                  Perubahan postur menyebabkan rasa tidak nyaman di punggung bagian bawah

1.8.          Sistem Kardiovaskuler
a.                  Peningkatan curah jantung pada kehamilan 16 minggu sekitar 40-50% dari biasanya
b.                  Peningkatan volume darah 25-30%, sel darah merah bertambah 20% yang menyebabkan hemodilusi
c.                  Denyut nadi meningkat
d.                  Cardiac output meningkat karena adanya peningkatan volume darah
e.                  Terdapat sedikit peningkatan tekanan darah sampai umur kehamilan 30 minggu
f.                   Peningkatan volume darah, bersamaan dengan distensi pada vena dan tekanan uterus menyebabkan oedema pada kaki, vulva dan saluran anal, sehingga beresiko terjadi varises vena dan sering hemoroid
g.                  Posisi terlentang menyebabkan terjadinya supine hypotensi syndrome

1.9.          Sistem Integumen
a.                  Terjadi pigmentasi pada payudara, abdomen, vulva dan muka (chloasma)
b.                  Linea alba menjadi linea nigra
c.                  Muncul striae gravidarum

1.10.Metabolisme
a.                Terjadi perubahan metabolisme
b.                Metabolisme basal meningkat
c.                Masukan makanan sangat berpengaruh untuk metabolisme ibu dan janin
d.                Ketidakseimbangan akan menyebabkan berbagai masalah seperti hiperemesis, diabetes dan lain-lain.
e.                Retensi air meningkat akibat penurunan tekanan osmotik koloid interstisial

1.11.Berat Badan dan Ideal Masa Tubuh (IMT)
a.                  Suatu metode untuk mengetahui penambahan BB optimal
b.                  Untuk rekomendasi penambahan BB
c.                  IMT BB (Kg)/ (TB(m))2
d.                  Kategori BMI,
      Rendah (BMI <19 12="12" 18="18" d="d" o:p="o:p" s="s">
      Normal (BMI 19,8-26) 11,5 s/d 16
      Tinggi (BMI > 26-29) 7 s/d 11,5
e.                  20 minggu pertama mengalami penambahan BB sekitar 2,5 kg
f.                   20 minggu berikutnya terjadi penambahan sekitar 9 kg
g.                  Kemungkinan penambahan BB hingga maksimal 12,5 kg adalah :
Berat badan (kg)
Janin
Plasenta
Cairan amnion
Peningkatan berat uterus
Peningkatan berat payudara
Peningkatan volume darah
Cairan ekstra seluler
Lemak
3-4
0,6
0,8
0,9
0,4
1,5
1,4
3,5
Total
12,5 kg

1.12.Darah dan Pembekuan Darah
a.     Volume plasma, meningkat mulai usia kehamilan 10 minggu, mencapai maksimum pada 30-34 minggu sampai dengan persalinan
b.                Massa RBC, meningkat mulai usia kehamilan 10 minggu
c.                WBCs, meningkat selama kehamilan, persalinan dan kelahiran bayi
d.                Platelets meningkat selama kehamilan dalam batas normal
e.       Faktor-faktor pembekuan adalah meningkatnya fibrinogen (I, VII, VIII, IX, X),menurunnya faktor XI dan XII, sedangkan protrombin (F II) dan F XII tidak berubah

1.13.Sistem Pernafasan
a.              Ke tidak nyamanan dan gangguan memperberat penyakit saluran respirasi
b.              Perubahan mukosa saluran respirasi
c.              Diafragma naik atau terjadi desakan diafragma akibat dorongan rahim yang membesar
d.              Pernafasan menjadi lebih pendek dan dalam (frekuensi 14-15 x/menit) akibat peningkatan penggunaan oksigen
e.              Peningkatan konsumsi oksigen
f.               Progesteron menyebabkan hiperventilasi
g.              Penurunan kadar CO2 menyebabkan alkalosis 

1.14.Sistem Persyarafan
a.              Gangguan pada efisiensi tidur
b.              Masalah pada pemusatan perhatian dan memori



2. Perubahan dan Adaptasi Psikologis Masa Kehamilan

2.1.          Pada Kehamilan Trimester I
Pada masa ini biasanya ibu hamil masih bertanya-tanya, apakah benar telah hamil? Tanda-tanda kehamilan awal seperti mual dan muntah karena perubahan hormon terjadi di trimester ini. Perubahan kebiasaan seperti merokok, minum alkohol, harus dihentikan di masa ini. Mulailah minum susu khusus ibu hamil, sejak awal kehamilan. Pelajari juga pantangan makanan dan minuman untuk ibu hamil muda.
2.2.          Pada Kehamilan Trimester II
Mual dan muntah mulai menghilang. Bayi berkembang pesat pada masa ini dan mulai bergerak. Olah raga ringan, menjaga kebersihan dan diet ibu hamil diperlukan di masa ini.

2.3.          Pada Kehamilan Trimester III
Tubuh ibu hamil makin terlihat membesar. Kadang ibu hamil harus berlatih menarik nafas dalam untuk memberikan oksigen yang cukup ke bayi. Ibu hamil perlu istirahat yang cukup, jangan berdiri lama-lama, dan jangan mengangkat barang berat pada masa ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar